Wednesday, May 18, 2011

Serupa Tapi Tak Sama

Pertama kali saya liat subject email berisi foto ini yang dikirimkan rekan saya, sempat tertohok sangat dalam (dalam artian bercanda ya..) karena subject-nya berbunyi "pengangguran gak tau diri". Antara tertawa terbahak-bahak juga meringis karena secara gak langsung kami sedang menyindir diri kami sendiri. Tapi dengan begini juga kami terpacu untuk melangkah maju dan berjuang agar suatu hari kelak, subject "pengangguran gak tau diri" bisa berubah menjadi "pesta seafood sepuasnya". Aaamiiinn.. ;D
Well, kita belum berpenghasilan, tapi udah makan seafood sampe kalap nambah dua kali (nasinya loh) padahal 30 menit setelahnya kami ada tes dengan sebuah perusahaan.

bisakah kamu membedakan perbedaan gambar kiri dengan gambar kanan?
agar lebih mudah, mari saya bantu :D


perbedaannya terletak pada jumlah gelas dan jumlah mangkok putih kecil yang tadinya berisi nasi.
kalau biasanya kita minum segelas air, maka saat itu kami pesan 4 gelas es teh manis. Dan ini yang paling luar biasa.Oke, kita cewek, kita tau kalau cewek itu suka malu malu kalau ketauan makannya banyak. tapi hari itu, you know, masing-masing dari kami menghabiskan 2 mangkok nasi, dan dengan selogan gak mau rugi, maka semua yang ada diatas piring kami habiskan dengan bersih. bisa liat sendiri sebersih apa piring-piring diatas.
Ini memang sedikit memalukan, tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur, yang bisa kami lakukan untuk kedepannya, mungkin demi menjaga nama baik, kami akan mulai untuk membatasi porsi makan, dan gak bakal deh mesen sebanyak itu lagi (kalau gak laper banget yah..) hihihihi pisss v(^^)

untuk kisah lebih lengkap ;)

Kisah Si Pencari Kerja

Kalau kata temen saya, kita ini adalah "wanita panggilan" dalam arti kita dipanggil sana sini untuk tes macem macem demi mendapatkan sebuah pekerjaan. jadi kalau temen saya mengisahkan kisahnya sebagai "Balada Wanita Panggilan", saya memberi judul "Kisah Si Pencari Kerja". biasa? biarin. yang penting isinya menggambarkan perjalanan saya setelah lulus kuliah dan mendapat gelar S.Sos.

Alkisah setelah Mimin lulus kuliah, maka selain gelar sarjana S1 yang disandang di belakang namanya, kini dia juga memiliki gelar baru, "pengangguran". bukan kata yang bagus karena pengangguran cuma jadi beban aja, gak negara, tapi orang tua, dan yang pasti beban batin, hahahaha. Berbagai usaha dia tempuh untuk menghilangkan gelar S.P (sarjana pengangguran) dari kehidupannya, mulai dari mencoba memasukkan lamaran ke berbagai tempat sampai rajin datang ke berbagai job fair (sebenernya baru 1 job fair yang didatengin). But, mau terimakasih dulu buat yang udah nemuin tekhnologi internet, jaman udah canggih jadi bayangan dulu waktu SD yang menggambarkan kalau nyari kerja itu bawa-bawa map keliling dari satu kantor ke kantor lain, Alhamdulillah gak sampe ngalamin yang kaya gitu. :D. semua bisa dilakukan secara online. dan saya termasuk peng-submit CV via online. (ada yang mudah buat apa cari yang susah? bener kan?)
Setelah akhirnya sebuah perusahaan perbankan menjawab lamaran saya, tanggal 18 Mei 2011 kemaren, pertama kalinya saya dipanggil untuk tes. Dengan segala kehebohan yang terjadi mulai dari berangkat sampai pulang, saya tetap bersyukur bahwa Allah SWT masih memberikan saya kemudahan untuk melaluinya.
kalau dikategorikan kehebohan itu diantaranya:

1. Sepatu kesempitan alhasil kaki lecet sesudahnya
2. Kalap makan seafood padahal masih pengangguran
3. Orang desa masuk kota, alhasil kesasar di mall (bikin panik karena mepet waktu tes)
4. Waktu sholat jadi terganggu karena kesasar di mall tadi.
5. Menjadi peserta tes paling kucel, gak banget, make up berantakan, baju juga, dan nafas yang ngos-ngosan

dibalik semua kehebohan itu, saya tetap bersyukur karena hari itu merupakan hari yang besar untuk saya. Terimakasih untuk keluarga besar rekan senasib, seperjuangan saya yang telah banyak membantu sehingga kehebohan tadi tidak harus bertambah menjadi lebih heboh lagi dengan adanya bantuan dari mereka semua. Untuk Abah, sopir yang senantiasa bersabar mengantar kami di tengah kemacetan ibu kota. Juga buat Om, yang udah nyuruh bawahannya buat nyuciin mobil yang saya titip dirumahnya. (thank you so much Om, saya benar benar kaget dan terharu, Om baik banget). untuk Tante yang dengan baik hati menyediakan fasilitas transportasi, dan tentu saja untuk rekan saya, semoga perjuangan kita bisa berbuah manis dimasa yang akan datang.


untuk kisah lebih lengkap ;)

Sunday, May 8, 2011

Beautiful Me

"not because I'm beautiful 
so you love me, 
but because you love me 
I'm beautiful"





what i wear :
Scarf: unbranded from korea
Dress: Jolin Secret 
Ring : Inspiring Shop
Bracelets : Unbranded
Batik Bag : Lia's Sister BatikShop
Head accessories : HandMade by myself
Camera : Canon 450D

Friday, April 29, 2011

Hijab Hanger (made by my self)

alat dan bahan yang diperlukan :
1. Kaleng (sebenernya bukan kaleng) bekas keripik kentang
2. Cutter, gunting, jarum dan benang
3. Kain perca

Cara membuat :
1. Potong-potong bagian kaleng bekas keripik kentang menggunkan cutter selebar 1 cm
2. Lapisi potongan-potongan tadi dengan kain perca dengan cara melilitkan kain perca pada potongan tersebut. (hal ini berfungsi agar pinggirang kaleng yang tajam tidak merusak jilbab)
3. Pada bagian akhir lilitan, jahit kain perca sehingga lilitan tersebut tidak akan terlepas.

 4. Setelah semua potongan terlapisi, buatlah barisan bulatan dan satukan satu sama lainnya menggunakan kain perca juga, jangan lupa untuk menjahitnya sehingga sambungan tidak akan terlepas.
 5. Jika potongan tadi sudah saling menyatu satu sama lainnya, maka yang terakhir kita lakukan adalah menyatukan rangkaian potongan tadi dengan hanger. Cara menyatukannya sama dengan cara kita menyatukan potongan. Sehingga hasil akhirnya akan seperti ini...


semoga bermanfaat, meskipun penjelasannya agak kurang efektif, tapi semoga temen-temen semua bisa terbantu lewat gambar gambar diatas yah.. selamat mencoba :)

*menggunakan barang bekas yang ada di sekitar kita dan memanfaatkannya kembali menjadi barang baru bisa mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan sampah terhadap lingkungan kita. Let's go green.. :D